Unit Bahasa adalah eksplorasi artistik yang memposisikan tubuh manusia memiliki mekanisme internalnya sendiri untuk mengolah dan meregulasi emosi melalui bentuk-bentuk sederhana. Coretan dan goresan tinta berulang di atas kertas bukan sekadar representasi visual, melainkan unit dasar dari sistem bahasa tubuh yang bekerja secara operasional untuk mengurai dan melepaskan.
"Jika mesin mereduksi dunia menjadi 0 dan 1 sebagai unit untuk melepaskannya,
tubuh mereduksi emosi menjadi unit bahasa."
Di dalam kerangka ini, hadir Eleven sebagai subjek yang mengalami, merespons, dan memproses kondisi emosional tersebut melalui proses reduksi—mengondensasi pengalaman kompleks menjadi unit gestur intuitif.
Praktik ini berakar pada dua pijakan utama:
Series ini terdiri dari 100 episode karya berskala 12.5 x 12.5 cm (ink on paper) yang dirilis secara non-linear. Series ini merekam perkembangan kesadaran tubuh (somatic consciousness) melalui tiga fase:
Unit Bahasa menempatkan praktik seni bukan sekadar sebagai aktivitas produksi visual, melainkan sebuah bentuk bahasa internal, sebuah mekanisme bertahan, meregulasi, dan merespons dunia yang meninggalkan jejak organik dari proses pemulihan tubuh.
Stefany Zefanya merupakan seniman visual asal Indonesia yang aktif berpameran di dalam maupun luar negeri. Praktik artistiknya berangkat dari rasa ingin tahu terhadap pertanyaan-pertanyaan sehari-hari yang tampak sederhana, namun menyimpan kompleksitas manusia secara fisik, psikis, dan spiritual.
Pertanyaan-pertanyaan personal tersebut kemudian dikembangkan melalui berbagai teori, penelitian, dan literatur, khususnya dari psikologi serta bidang lintas disiplin seperti kajian mikrobioma, untuk mengeksplorasi bagaimana manusia berpikir, merasakan, mengambil keputusan, dan mengalami dirinya sendiri. Bagi Stefany, proses berkarya berada dalam siklus antara pertanyaan dan kemungkinan jawaban yang terus melahirkan pertanyaan baru. Melalui karya, ia mengajak penonton untuk melihat manusia sebagai sebuah sistem yang kompleks dan terus berubah, sekaligus menerjemahkan apa yang dirasakan dan dipikirkannya secara jujur, seperti seorang anak yang sedang bercerita.